Rabu, 07 November 2012

Analisa dan pemikiran pendapat David Easton tentang Pro Kontra kenaikan harga BBM.


Nama               : Ivan Dinata
NIM                : 1101112115
Program Studi : Administrasi Negara
Mata Kuliah    : Sistem Politik Indonesia
Dosen              : Drs. M. Isril. MH
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
UNIVERSITAS RIAU

I.         TUGAS INDIVIDU DENGAN MENJAWAB SOAL (KUIS).
1)      Analisa dan beri pemikiran pendapat David Easton tentang Pro Kontra kenaikan harga BBM.
Jawab :
Kasus Pro Kontra kenaikan BBM jika di sesuaikan dengan skema sistem politik David Easton. Pro Kontra jika di lihat, ini berawal dari masukan (input) tidak dari lingkungan masyarakat ( Environment) tetapi berupa Negara menuntut dirinya sendiri (with input), karena tuntutan (demand) diri sendiri ini, dirasa perlu terutama untuk menyelamatkan subsidi BBM yang hilang entah kemana tidak tepat sasaran di penggunaannya. Tuntutan (demand) ini, sebelum diproses dan menghasilkan sebuah kebijakan, sistem politik dapat menerima atau menyerap masukan berupa tuntutan dalam diri sendiri ini dan di proses lebih lanjut ( Proses Konversi), atau menolaknya.
Di proses konversi, mulai dari Supra struktur politik, infra struktur politik (semua golongan anggota masyarakat, atau kelompok kepentingan dll), berintekrasi dan memberikan respon berupa usaha untuk mempengaruhi proses pembuatan kebijakan itu sesuai keinginannnya. Sebagai mana hasil siding Paripurna tentang kenaikan harga BBM 2012, kali ini sudah disepakati dengan cara divoting, keputusan ini menyusul dengan suasana bersitegang antara anggota-anggota fraksi partai yang bersidang dengan ketua sidang rapat paripurna BBM 2012 sekaligus ketua DPR RI Marzuki Ali.
Hasil sidang yang membahas RUU Perubahan Pasal 7 Ayat 6A RAPBN-P : Diadakannya voting untuk memilih 3 opsi, yaitu :
  1. Fraksi PDIP, Fraksi Gerindra, dan Hanura Menyatakan pasal 7 ayat 6 tetap dan tidak ada penambahan ayat baru.
  2. Fraksi Golkar pasal 7 ayat 6 tetap dan ditambah ayat 6 (a) persentase rata-rata 15 persen dengan jangka waktu 6 bulan.
  3. Fraksi Partai Demokrat bersama Fraksi PAN, dan Fraksi PPP, serta Fraksi PKB ada empat fraksi, pasal 7 ayat 6 tetap dan ditambah ayat 6 (a) prosentase 10 persen dengan jangka waktu 3 bulan
Hal tersebut membuat suasana rapat sidang paripurna BBM 2012 tidak terjaga kondusif, hujan interupsi yang mewarnai sidang paripurna. Kenyataan itu terjadi menyusul Fraksi Hanura keluar dari ruang sidang utama DPR alias walk out dalam sidang paripurna membahas kenaikan harga BBM bersubsidi. Setelah fraksi Hanura memutuskan keluar dari ruang sidang paripurna DPR, kini giliran Fraksi PDIP juga walk out. Dalam sidang ini, Ketua Fraksi PDIP, Puan Maharani, langsung keluar memimpin seluruh anggotanya fraksinya. Akhirnya belum dapat menghasilkan sebuah kebulatan putusan bersama.
Jadi, pemikiran Easton tentang sistem politik sesuai dengan sistem politik yang berjalan d Negara kita saat ini. Hanya saja, dalam konversi (proses) tidak dijelaskan secara terperinci pelaku-pelau pembuat keputusan, tetapi hanya bersifat abstrak.

(“Skema Sistem Politik David Easton”)
2)      Resume  pemikiran Gabriel Almond tentang sistem Politik. Jelaskan dan buat gambar!
Jawab:
Menurut Chilcote, pada tahun 1956, sekitar tiga tahun setelah David Easton meluncurkan karyanya The Political System tahun 1953 - Gabriel Abraham Almond menerapkan teori sistem tersebut atas sistem politik suatu bangsa sebagai bentuk metode trial and error layaknya sebuah teori. Namun, Almond melakukan sejumlah modifikasi atas teori Easton. Jika Easton membangun suatu grand theory, maka Almond membangun suatu middle-range theory. Secara umum, teori sistem yang dibangun Almond terdiri atas 3 tahap. Pentahapan pemikiran Easton ini mengikuti pendapat Ronald H. Chilcote yang mengacu pada karya-karya penelitian Almond.  Di dalam tulisannya Comparative Polititical System,  Almond mengajukan tiga asumsi yang harus dipertimbangkan dalam kajian sistem politik yang terdiri atas:
1.    Sistem menandai totalitas interaksi di antara unit-unitnya dan keseimbangan di dalam sistem selalu berubah.
2.    Hal penting dalam sistem politik bukan semata-mata lembaga formal, melainkan juga struktur informal serta peran yang dijalankannya.
3.    Budaya politik adalah kecenderungan utama dalam sistem politik, di mana budaya inilah yang membedakan satu sistem politik dengan sistem politik lain.

Bagi Almond, sistem politik adalah totalitas interaksi antar unit-unit yang ada di dalamnya. Interaksi tersebut tidak hanya sebatas pada lembaga-lembaga (aktor-aktor) politik formal melainkan pula informal. Easton menghindari kajian atas struktur-struktur seperti ini sementara Almond justru mengapresiasi signifikansinya. Hal ini yang membuat Almond mengatakan bahwa pemikiran Easton cukup abstrak untuk dimengerti.
Keseimbangan di dalam sistem politik menurut Almond selalu berubah sehingga sistem politik lebih bersifat dinamis daripada  statis. Perubahan keseimbangan ini tentu saja tidak lepas dari pengaruh lingkungan intrasocietal dan extrasocietal. Pengaruh tersebut membuat perimbangan kekuatan antar struktur formal berubah. Dalam tahap selanjutnya, Almond bersama James Coleman di dalam bukunya The Political of the Developing Areas berusaha menghindari terjebaknya analisa atas sistem politik hanya pada kajian kontitusi ataupun lembaga politik formal. Almond dan Coleman kemudian mengarahkannya pada struktur serta fungsi yang dijalankan masing-masing unit politik dalam sistem politik. Dengan demikian, Almond memperkenalkan konsep fungsi guna menggantikan konsep power, sementara konsep struktur guna menggantikan konsep lembaga politik formal. Almond menegaskan bahwa sistem politik memiliki empat karakteristik yang bersifat universal.
Keempat karakteristik ini berlaku di negara manapun dan terdiri atas premis-premis: 
1.    Setiap sistem politik memiliki struktur-struktur politik;
2.    Fungsi-fungsi dari setiap struktur  yang sama dapat ditemui di setiap sistem politik;
3.    Setiap struktur politik bersifat multifungsi; dan
4.    Setiap sistem politik telah bercampur dengan budaya politik  yang dianut warganegara masing-masing.

Setelah mengajukan keempat premis tersebut, Almond memodifikasi struktur input serta output David Easton dan hasilnya adalah Almond berhasil memperjelas abstraknya Easton dalam menjelaskan masalah fungsi input dan output sistem politik sebagai berikut:

1.      Fungsi Input terdiri atas :
·         Sosialisasi dan rekrutmen politik
Fungsi sosialisasi dan rekrutmen politik selanjutnya ditempatkan Almond sebagai fungsi pemeliharaan sistem politik.
·         Artikulasi kepentingan
Struktur yang menjalankan fungsi artikulasi kepentingan adalah kelompok-kelompok kepentingan yang terorganisir yang meliputi tipe: (a) Institutional; (b) Non-Associational; (c) Anomic; dan (d) Associational.
·         Agregasi (pengelompokan) kepentingan
Jalannya fungsi ini dipengaruhi oleh dua hal yaitu sistem kepartaian yang berlaku di suatu negara dan penampilan fungsi-fungsi agregatif. Sistem kepartaian (menurut Almond) misalnya Authoritarian, Dominant-Authoritarian, Competitif, dan Competitive Multi-party. Penampilan fungsi-fungsi agregatif misalnya tawar-menawar yang sifatnya pragmatis atau sekular, cenderung berorientasi nilai absolut, dan bersifat tradisi ataupun partikularistik.
·         Komunikasi politik
Guna membanding pola komunitasi politik antar sistem politik, Almond mengajukan empat parameter yaitu: (1) Homogenitas informasi politik yang tersedia; (2) Mobilitas informasi (vertikal atau horisontal; (3) Nilai informasi; dan (4) Arah dari arus informasi yang berkembang (komunikator atau komunikan).

2. Fungsi output terdiri atas :
·       Pembuatan peraturan
·       Penerapan peraturan
·       Pengawasan peraturan

Di level fungsi input, sosialisasi dan rekrutmen politik meliputi rekrutmen individu dari aneka kelas masyarakat, etnik, kelompok, dan sejenisnya untuk masuk ke dalam partai politik, birokrasi, dan sebagainya. Dalam perkembangan pemikirannya kemudian, Almond memasukkan sosialisasi dan rekrutmen politik menjadi fungsi konversi. Artikulasi kepentingan merupakan ekspresi kepentingan dan tuntutan politik untuk melakukan tindakan. 
Tuntutan
Tuntutan adalah raw material atau bahan mentah yang kemudian diolah sistem politik menjadi keputusan. Tuntutan diciptakan oleh individu maupun kelompok yang memainkan peran tertentu di dalam sistem politik (lihat struktur input). Tuntutan sifatnya beragam dan setiap tuntuntan punya dampak yang berbeda atas sistem politik. Tuntutan berasal dari lingkungan intrasocietal maupun extrasocietal.
Dukungan
Jika tuntutan adalah bahan mentah untuk memproduksi keputusan-keputusan politik, maka dukungan adalah vital: Dukungan berkisar pada upaya mempertahankan atau menolak suatu sistem politik. Tanpa dukungan sistem politik kehilangan legitimasi dan otoritasnya.

Level kedua dari aktivitas sistem politik terletak pada fungsi-fungsi kemampuan. Kemampuan suatu sistem politik menurut Almond terdiri atas kemampuan regulatif, ekstraktif, distributif, simbolis, dan responsif.  Kemampuan ekstraktif adalah kemampuan sistem politik dalam mendayagunakan sumber-sumber daya material ataupun manusia baik yang berasal dari lingkungan domestik (dalam negeri) maupun internasional. Kemampuan regulatif adalah kemampuan sistem politik dalam mengendalikan perilaku serta hubungan antar individu ataupun kelompok yang ada di dalam sistem politik.
Kemampuan distributif adalah kemampuan sistem politik dalam mengalokasikan barang, jasa, penghargaan, status, serta nilai-nilai (misalnya seperti nilai yang dimaksud Lasswell) ke seluruh warganegaranya. Kemampuan simbolik adalah kemampuan sistem politik untuk secara efektif memanfaatkan simbol-simbol yang dimilikinya untuk dipenetrasi ke dalam masyarakat maupun lingkungan internasional. Kemampuan responsif adalah kemampuan sistem politik untuk menyinkronisasi tuntutan yang masuk melalui input dengan keputusan dan tindakan yang diambil otoritas politik di lini output.
Almond menyebutkan bahwa pada negara-negara demokratis, output dari kemampuan regulatif, ekstraktif, dan distributif lebih dipengaruhi oleh tuntutan dari kelompok-kelompok kepentingan sehingga dapat dikatakan bahwa masyarakat demokratis memiliki kemampuan responsif yang lebih tinggi ketimbang masyarakat non demokratis. Sementara pada sistem totaliter, output yang dihasilkan kurang responsif pada tuntuan, perilaku regulatif bercorak paksaan, serta lebih menonjolkan kegiatan ekstraktif maksimal atas sumber daya masyarakatnya. 
Level ketiga ditempati oleh fungsi maintenance (pemeliharaan) dan adaptasi. Kedua fungsi ini ditempati oleh sosialisasi dan rekrutmen politik. Teori sistem politik Gabriel A. Almond ini kiranya lebih memperjelas maksud dari David Easton dalam menjelaskan kinerja suatu sistem politik. Melalui Gabriel A. Almond, pendekatan struktural fungsional mulai mendapat tempat di dalam analisis kehidupan politik suatu negara. 

(“Skema Sistem Politik  Gabriel Almond”)


II.     UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)
1.    Coba jelaskan perbedaan antara Pemikiran Easton dan Almond !
Jawab :
 A. Kerangka Sistem Politik Menurut David Easton
Dalam salah satu artikelnya yang terkenal, Profesor Easton mengusulkan suatu metode yang dapat digunakan untuk menganalisa berbagai macam jenis sistem politik. Metode yang dimaksud yaitu dengan menelaah sistem-sistem politik berdasarkan ciri-ciri dasar seperti:
1. Unit-unit yang membentuk sistem itu dan luasnya batasan-batasan pengaruh sistem itu
2. Input dan output dari sistem yang tercermin dalam keputusan-keputusan yang dibuat (output) dan proses pembuatan keputusan (input) di dalam sistem tersebut.
3. Jenis dan tingkat diferensiasi dalam sistem tersebut, dan
4. Tingkat integrasi sistem politik yang mencerminkan tingkat efisiensinya. Dalam menganalisa berbagai komponen ini, Prof. Easton menawarkan metode untuk dapat memahami dan memperbandingkan berbagai sistem politik. Maka dari itu, dibawah ini akan dibahas ciri-ciri dasar dalam menelaah sistem politik tersebut.

1.      Unit-unit dan batasan-batasan  suatu sistem politik.
Di dalam kerangka kerja suatu sistem politik, terdapat unit-unit yang satu sama lain saling berkaitan dan saling bekerja sama untuk mengerakkan roda kerja sistem politik. Unit-unit ini adalah lembaga-lembaga yang sifatnya otoritatif untuk menjalankan sistem politik seperti legislatif, eksekutif, yudikatif, partai politik, lembaga masyarakat sipil, dan sejenisnya. Unit-unit ini bekerja di dalam batasan sistem politik, misalnya cakupan wilayah negara atau hukum, wilayah tugas, dan sebagainya.
2.      Input-output
Input merupakan masukan dari masyarakat ke dalam sistem politik. Input yang masuk dari masyarakat ke dalam sistem politik berupa tuntutan dan dukungan. Tuntutan secara sederhana dijelaskan sebagai seperangkat kepentingan yang belum dialokasikan secara merata oleh sistem politik kepada sekelompok masyarakat yang ada di dalam cakupan sistem politik. Di sisi lain, dukungan merupakan upaya dari masyarakat untuk mendukung keberadaan sistem politik agar terus berjalan. Output adalah hasil kerja sistem politik yang berasal baik dari tuntutan maupun dukungan masyarakat. Output terbagi dua yaitu keputusan dan tindakan yang biasanya dilakukan oleh pemerintah. Keputusan adalah pemilihan satu atau beberapa pilihan tindakan sesuai tuntutan atau dukungan yang masuk. Sementara itu, tindakan adalah implementari konkrit pemerintah atas keputusan yang dibuat.

3.      Diferensiasi dalam sistem
Sistem yang baik haruslah memiliki diferensiasi (pembedaan/pemisahan) kerja. Di masa modern adalah tidak mungkin satu lembaga dapat menyelesaikan seluruh masalah. Misalkan saja dalam pembuatan undang-undang pemilihan umum di Indonesia, tidak bisa cukup Komisi Pemilihan Umum saja yang merancang kemudian mengesahkan. DPR, KPU, lembaga kepresidenan, partai politik dan masyarakat umum dilibatkan dalam pembuatan undang-undangnya. Meskipun bertujuan sama yaitu memproduksi undang-undang partai politik, lembaga-lembaga tersebut memiliki perbedaan didalam fungsi pekerjaannya.
4.      Integrasi dalam suatu sistem.
Suatu sistem harus memiliki mekanisme yang bisa mengintegrasi atau memaksa anggota-anggotanya untuk bekerjasama walaupun dalam keadaan minimal sehingga mereka dapat membuat keputusan-keputusan yang otoritatif.


Gambar Skema (Konsep) Sistem Politik David. Easton


B. Kerangka sistem politik menurut Gabriel Almond.
Menurut Almond, sistem politik adalah merupakan sistem interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang merdeka. Sistem itu menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi. Almond menggunakan pendekatan perbandingan dalam menganalisa jenis sistem politik, yang mana harus melalui tiga tahap, yaitu:
1.      Tahap mencari informasi tentang sobjek. Ahli ilmu politik memiliki perhatian yang fokus kepada sistem politik secara keseluruhan, termasuk bagian-bagian (unit-unit), seperti badan legislatif, birokrasi, partai, dan lembaga-lembaga politik lain.
2.      Memilah-milah informasi yang didapat pada tahap satu berdasarkan klasifikasi tertentu. Dengan begitu dapat diketahui perbedaan suatu sistem politik yang satu dengan sistem politik yang lain.
3.      Dengan menganalisa hasil pengklasifikasian itu dapat dilihat keteraturan (regularities) dan ubungan-hubungan di antara berbagai variabel dalam masing-masing sistem politik.
Menurut Almond ada tiga konsep dalam menganalisa berbagai sistem politik, yaitu sistem, struktur, dan fungsi.
Sistem dapat diartikan sebagai suatu konsep ekologis yang menunjukkan adanya suatu organisasi yang berinteraksi dengan suatu lingkungan, yang mempengaruhinya maupun dipengaruhinya. Sistem politik merupakan organisasi yang di dalamnya masyarakat berusaha merumuskan dan mencapai tujuan-tujuan tertentu yang sesuai dengan kepentingan bersama. Dalam sistem politik, terdapat lembaga-lembaga atau struktur-struktur, seperti parlemen, birokrasi, badan peradilan, dan partai politik yang menjalankan fungsi-fungsi tertentu, yang selanjutnya memungkinkan sistem politik tersebut untuk merumuskan dan melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaannya.
Ciri sistem politk menurut Gabriel A. Almond:
1.    semua sistem politik mempunyai sturukut politik
2.    semua sistem politik, baik yang modern maupun primitif, menjalankan fungsi yang sama walaupun frekuensinya berbeda yang disebabkan oleh perbedaan struktur. Kemudian sistem politik ini strukturnya dapat diperbandingkan, bagaimana fungsi-fungsi dari sistem-sistem politik itu dijalankan dan bagaimana pula cara/gaya melaksanakannya.
3.    semua struktur politik mempunyai sifat multi-fungsional, betapapun terspesialisasinya sistem itu.
4.    semua sistem politik adalah merupakan sistem campuran apabila dipandang dari pengertian kebudayaan.

C.Analisis Konsep Sistem Politik Menurut David Easton dan Gabriel A. Almond 

a.       Keunggulan dari kedua ragam pendekatan yang dikembangkan oleh Easton dan Almond antara lain adalah:
1.      Dalam membuat analisis politik, Easton dan Almond selalu peka akan kompleksitas antara sistem politik dengan sistem sosial yang lebih besar, yang mana sistem politik adalah sub-sistemnya.
2.      Kesederhanaan pendekatan. Konsep ini dapat dipakai untuk menganalisis berbagai macam sistem politik, demokratis atau otoriter, tradisional atau modern, dan sebagainya. Konsep Easton dan Almon berasumsi bahwa semua sitem memproses komponen-komponen yang sama sehingga kedua pendekatan itu bermanfaat dalam upaya mencari metode analisis dan pembandingan sistem politik yang seragam.
3.      Konsep yang diajukan oleh Almond memberi arahan untuk mencari data baru yang dapat meluaskan cakrawala perhatian ke masyarakat non-Barat dan non-”modern”.

b.      Kelemahan dari konsep atau pendekatan yang dikembangkan oleh Easton dan Almond:
1.      Analisis yang dikemukakan (baik sistem maupun struktural-fungsional) tidak memberikan rumusan yang terbukti secara empirik (tidak menghasilkan teori).
2.      Tidak menjelaskan hubungan sebab-akibat. Kedua pendekatan itu lebih mentitikberatkan pada penjelasan analisis.
3.      Analisis struktural-fungsional Almond memiliki masalah ketidakjelasan konsep tentang fungsi. Almond tidak menjelaskan garis-garis yang membatasi fungsi-fungsi dalam masyarakat politik.
4.      Kedua pendekatan itu dikritik karena sangat dipengaruhi oleh ideologi demokrasi-liberal Barat. Terlihat jelas pada asumsi Almond yang mengatakan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sistem politik di Barat pasti juga ada di sistem non-Barat.
5.      Kedua pendekatan itu juga dikritik kecenderungan ideologisnya karena cara memandang masyarakat yang terlalu organismik. Easton dan Almond menyamakan masyarakat dengan organisme, yang selalu terlibat dalam proses diferensiasi dan koordinasi. Selain itu mereka juga memandang masyarakat sebagai makhluk biologis yang selalu mencari keseimbangan dan keselarasan.
6.      Obsesi Almond tentang ekuilibrum dan kestabilan telah membuatnya keliru tentang manfaat yang mungkin terdapat dalam dis-ekuilibrum, seperti revolusi atau perang kemerdekaan. Dis-ekuilibrum bisa dipakai untuk mencniptakan keadilan sosial, ketika cara-cara konvensional tidak mungkin dilakukan. Contohnya perang kemerdekaan melawan penjajah atau pemberontakan melawan kediktatoran.
Pendekatan Sistem Politik Almond Sama dengan Pendekatan Sistem Politik Easton, namun lebih Komprehensif dengan Input, tuntutan, dukungan, proses politik, fungsi politik (partai politik), lingkungan internal, dan eksternalnya .

2.        Coba jelaskan konsep-konsep dibawah ini:
Jawab:
a.       Interest Arthiculation
Interest Arthiculation adalah suatu proses penginputan berbagai kebutuhan, tuntutan dan kepentingan melalui wakil-wakil kelompok yang masuk dalam lembaga legislatif, agar kepentingan, tuntutan dan kebutuhan kelompoknya dapat terwakili dan terlindungi dalam kebijaksanaan pemerintah. Pemerintah dalam mengeluarkan suatu keputusan dapat bersifat menolong masyarakat dan bisa pula dinilai sebagai kebijaksanaan yang justru menyulitkan masyarakat. Oleh karena itu warga negara atau setidak-tidaknya wakil dari suatu kelompok harus berjuang untuk mengangkat kepentingan dan tuntutan kelompoknya, agar dapat dimasukkan ke dalam agenda kebijaksanaan negara. Wakil kelompok yang mungkin gagal dalam melindungi kepentingan kelompoknya akan dianggap menggabungkan kepentingan kelompok, dengan demikian keputusan atau kebijaksanaan tersebut dianggap merugikan kepentingan kelompoknya.
b.      Interest Group
Interest Group adalah sejumlah orang atau perkumpulan yang bisa saja berbentuk lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kesamaan sikap, sifat, dan kepercayaan yang memiliki tujuan untuk mempengaruhi keputusan politik dan mencoba untuk meyakinkan para pejabat publik untuk bertindak sesuai dengan suara atau kepentingan anggota kelompoknya.
c.       with input
with input adalah suatu tuntutan internal yang timbul dari dalam sistem politik itu sendiri, hal ini dapat terjadi dikarenakan konsekwensi-konsekwensi yang ditimbulkan terhadap ciri suatu sistem politik lebih langsung daripada konsekwensi yang ditimbulkan oleh tuntutan eksternal.
d.      input yang terdiri dari dukungan dan tuntutan, yaitu masukan yang kita ibaratkan sebagai “bahan bakar” bagi suatu sistem politik, suatu sistem politik tersebut tidak akan bisa bekerja jika tidak memiliki input atau masukan dari masyarakatnya. Input bisa terdiri dari dukungan, yang berarti masyarakat setuju untuk menjalankan output yang dikeluarkan oleh oleh sistem politik tersebut. Dan input juga juga bisa berarti sebagai tuntutan, karena sistem politik tersebut tidak memberi apa yang benar-benar dibutuhakan oleh masyarakatnya.
e.       Perbedaan Interest group dan Political Party
Perbedaannya adalah Kelompok kepentingan (interest group) yaitu sejumlah orang yang memiliki kesamaan sifat, sikap, kepercayaan dan/atau tujuan, yang sepakat mengorganisasikan diri untuk melindungi dan mencapai tujuan. Sebagai kelompok yang teroganisasi, mereka tidak hanya memiliki system keanggotaan yang jelas tetapi juga memiliki pola kepemimpinan, sumber keuangan untuk membiayai kegiatan, dan pola komunikasi baik ke dalam maupun ke luar organisasi. Kelompok kepentingan adalah sekumpulan individu yang mempunyai kepentingan yang sama dengan latar belakang, aliran, pekerjaan, status sosial dan pemahaman yang berbeda dan tidak berbadan hukum. Salah satu contoh kelompok kepentingan adalah kelompok yang ingin menjatuhkan suatu rejim pada sebuah negara yang berbuat otoriter dan sewenang-wenang, disitu banyak aliran, organisasi politik, organisasi masa, mahasiswa berkumpul menjadi sebuah kelompok kepentingan. Kelompok kepentingan akan selalu ada baik itu dalam negara, dalam partai politik, dalam organisasi profesi, dan bahkan dalam tubuh angkatan bersenjata yang secara hierarkis tidak memungkinkan. Partai politik ialah organisasi yang mempunyai kegiatan yang bersinambungan. Artinnya masa hidupnya tak tergantung pada masa jabatan atau masa hidup para pemimpinnya. Fungsi utama partai politik ialah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideology tertentu. Dalam masyarakat terdapat sejumlah kepentingan yang berbeda bahkan acap kali bertentangan, seperti antara kehendak mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dan kehendak untuk mendapatkan barang dan jasa dengan harga yang murah tetapi bermutu, antara dan sebagainya. Untuk menampung dan memadukan berbagai kepentingan yang berbeda bahkan bertentangan maka partai politik dibentuk. Kegiatan menampung, menganalisis dan memadukan berbagai kepentingan yang berbeda bahkan bertentangan menjadi berbagai alternative kebijakan umum, kemudian diperjuangkan dalam proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. Itulah yang dimaksud dengan fungsi pemaduan kepentingan. Partai politik juga berfungsi sebagai komunikator politik yang tidak hanya menyampaikan segala keputusan dan penjelasan pemerintah kepada masyarakat sebagaimana diperankan oleh partai politik di negara totaliter tetapi juga menyampaikan aspirasi dan kepentingan berbagai kelompok masyarakat kepada pemerintah. Keduanya dilaksanakan oleh partai-partai politik dalam system politik demokrasi.
f.       Dukungan cadangan
Dukungan cadangan yaitu suatu sumber yang akan menjamin berfungsinya suatu sistem politik walaupun mungkin sistem politik tersebut akan melakukan tindakan yang mengingkari pendukung-pendukungnya, namun, selama pendukung-pendukungnya itu memandangnya secara umum dapat memenuhi kepentingan mereka. Jadi dapat disimpulkan bahwa dukungan cadangan itu merupakan dukungan yang telah dipersiapkan ketika pendukung utama suatu sistem tersebut telah mengalihkan dukngan mereka pada sistem yang mampu memenuhi tuntutan mereka.
g.      Interest agregation
Interest agregation yaitu, suatu proses peng-input-an sebagai kebutuhan, tuntutan dan kepentingan melalui wakil-wakil kelompok yang masuk dalam lembaga legislatif, agar kepentingan, tuntutan dan kebutuhan kelompoknya dapat terwakili dan terlindungi dalam pembuatan kebijakan public. Pemerintah dalam mengeluarkan keputusan dapat bersifat menolong masyarakat dan bisa pula dinilai sebagai kebijakan yang justru menyulitkan masyarakat.
h.      Rekruitmen Politik
Rekruitmen Politik yaitu, fungsi penyeleksian rakyat untuk kegiatan politik dan jabatan pemerintahan melalui penampilan dalam media komunikasi, menjadi anggota organisasi, mencalonkan diri, untuk jabatan tertentu.

i.        Sebutkan dan jelaskan makna setiap interest group,
1. Kelompok kepentingan (interest group) merupakan sejumlah orang yang memiliki kesamaan sifat, sikap, kepercayaan dan/atau tujuan, yang sepakat mengorganisasikan diri untuk melindungi dan mencapai tujuan. Sebagai kelompok yang teroganisasi, mereka tidak hanya memiliki system keanggotaan yang jelas tetapi juga memiliki pola kepemimpinan, sumber keuangan untuk membiayai kegiatan, dan pola komunikasi baik ke dalam maupun ke luar organisasi.
2. Kelompok kepentingan adalah sekumpulan individu yang mempunyai kepentingan yang sama dengan latar belakang, aliran, pekerjaan, status sosial dan pemahaman yang berbeda dan tidak berbadan hukum.
3. Kelompok kepentingan berbeda dengan partai politik dan kelompok penekan (pressure group). Kelompok kepentingan, sesuai dengan namanya memusatkan perhatian pada bagaimana mengartikulasikan kepentingan tertentu kepada pemerintah sehingga pemerintah menyusun kebijakan yang menampung kepentingan kelompok. Jadi, ia lebih berorientasi kepada proses perumusan kebijakan umum yang dibuat pemerintah. Kelompok penekan secara sengaja mengelompokan diri untuk suatu tujuan khusus setelah itu bubar dan secara khusus pula berusaha mempengaruhi atau menekan para penjabat pemerintah untuk menyetujui tuntutan mereka.
4. kelompok kepentingan adalah sekumpulan individu yang mempunyai kepentingan yang sama dengan latar belakang, aliran,pekerjaan,status sosial dan pemahaman yang berbeda dan tidak berbadan hukum,sedangkan organisasi adalah sekumpulan individu yang memiliki pemahaman baik itu ideologi,pekerjaan,status yang sama dan berbadan hukum.
Judul: Analisa dan pemikiran pendapat David Easton tentang Pro Kontra kenaikan harga BBM.; Ditulis oleh Qaid Minangkabawi; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar