Jumat, 09 November 2012

MAkalah-Berjiwa Kewirausahaan



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20.
Suatu realita tentang kewirausahaan yaitu keberhasilan suatu Negara dalam proses pembangunan ditentukan oleh wirausaha, dimana memerlukan persediaan 4 juta wirausaha besar dan sedang, dan kita harus mencetak 40 juta wirausaha kecil. Sebagai contoh keberhasilan peran wirausaha dalam pembangunan yaitu di Negara Jepang. Keberhasilan Negara Jepang dalam pembangunan Negaranya, ternyata disponsori oleh wirausahawan yang jumlahnya cukup besar. Dewasa ini, pemegang sektor ekonomi paling besar di dunia adalah Negara Cina, dimana para wirausahanya tersebar keseluruh penjuru dunia dan ini sangat menguntungkan bagi Negaranya sendiri serta berdampak positif untuk pembangunan.
Timbul pertanyaan, apakah yang sebenarnya wirausaha itu sendiri, sehingga sangat berperan penting dalam pembangunan Negara, bagaimana tentang sikap dan ciri-cirinya?. Disini penulis akan membahas tentang wirausaha, ciri-cirinya, serta sikapnya dalam bekerja / kair, yang bertujuan untuk menambah dan hal ini pula yang melatarbelakangi penulis dalam pembuatan makalah ini.

1.2  Tujuan
Makalah yang berjudul berjiwa kewirausahaan ini dibuat  bertujuan untuk memberikan tambahan informasi kepada para pembaca tentang berjiwa kewirausahan yang pada saat sekarang ini masih sangat penting, bahkan merupakan peran utama dalam pembangunan Negara. Jadi secara tidak langsung, makalah ini dapat dikatakan bisa membantu para untuk menambah optimalkan jiwa wirausahanya.
            Selain itu makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Kewirausahaan dengan dosen pembimbing Drs. Kasmiruddin, M. Si.



BAB II
PEMBAHASAN
1.1  Apa itu Para Wirausaha
Para wirausaha adalah individu-individu yang berorientasi pada tindakan, bermotifasi  tinggi yang mengambil resiko dalam pencapaian tujuannya.

1.2 Ciri  - ciri dan sifat/watak  yang memberikan sebuah profil dari wirausaha.
Ciri-ciri
Watak
Percaya diri
Keyakinan, tidak ketergantungan, individualis optimisme.
Berorientasikan tugas dan hasil
Kebutuhan akan prestasi, berororintasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekat kerja keras mempunyai dorangan kuat, enerjitic , dan inisiatif
Pengambilan resiko
Pengambilan resiko, suka pada tantangan.
Kepemimpinan
Bertingkah laku sebagai pemimpin dapat bergaul dengan orang lain.

Koersinilan
Inovatif, kreatif dan fleksibel .

Berorientasi ke masa depan
Pandangan kedepan perseptif.


Daftar ini meliputi ciri-ciri dan sifat seorang wirausaha. Jika anda memiliki sifat-sifat itu, maka kembangkanlah, mungkin anda tidak memiliki sifat ini secara keseluruhan dan anda tidak ingin berwirausaha, tetapi semakin banyak anda memiliki sifat wirausaha, maka semakin besar kemungkinan anda akan menjadi seorang wirausaha. Harus ditekankan bahwa kebanyakan dari sifat atau perwatakan ini saling berhubungan dengan tanggung jawabnya dan berani mengambil resiko dan menjadi pemimpin.
Tidak semua wirausaha yang berprilaku baik dalam berwirausaha walaupun dia memiliki semua sifat wirausaha, beberapa di antara mereka ada yang sombong, muluk-muluk, beberapa ada yang bersifat hangat, dan beberapa ada yang menarik diri dan malu. Namun mereka itu (para wirausaha) adalah seorang yang unik, sangat berbeda dengan orang lain akan sifat pribadi dan keterampilannya.


1.2  Falsafah Wirausaha.
Keberhasilan seorang wirausaha tergantung pada kesediaannya untuk bertanggung jawab atas pekerjaan sendiri, berani mengambil resiko dan pandai memanfaatkan peluang yang ada atau secara tepatnya yaitu tergantung pada karakteristiknya masing-masing.
Seorang wirausaha harus belajar banyak tentang kemampuan dirinya jika ingin mencapai tujuan sesuai dengan baik dalam hidupnya. Kekuatan akan datang dari tindakan-tindakan sendiri bukan oranglain, tanggungjawab sangat diperlukan dari setiap tindakan. resiko akan selalu muncul dalam setiap tindakan, kegagalan merupakan suatu hal yang lumrah jika tidak mampu mengatasi resiko. Kegagalan dianggap suatu hal yang jelek dan tak bermanfaat, tetapi seorang wirausahawan menjadikan kegagalan itu sebagai pengalaman belajar untuk membantu menyalurkan kegiatan-kegiatan dalam pencapaian hasil yang lebih optimal di masa akan datang. Keberhasilan seorang wirausaha merupakan buah dari usaha yang tidak mengenal lelah, berjuang dan terus berjuang.
Kebanyakan orang tidak menyadari luasnya bidang dimana mereka dapat menentukan tindakan. Mencapai kesempurnaan merupakan suatu ideal dalam mengejar tujuan, tetapi bukanlah sebuah sasaran realistis bagi kebanyakan wirausaha. Hasil-hasil yang diterima lebih penting dari hasil yang sempurna. Berusaha secara sempurna mencapai suatu tujuan dalam jangka waktu yang terlalu lama hanya akan menghambat perkembangan dan pertumbuhan pribadi wirausaha.

1.3  Wirausaha sebagai Pribadi
Setiap orang adalah individu yang unik, tidak ada duanya. Semua orang mempunyai pengalaman masa lampau yang berbeda-beda, hidup dalam situasi kehidupan yan gberlainan, mempunyai ikatan dan tanggung jawab yang berlainan dan mempunyai tujuan-tujuan hidup berlainan juga. Pengalaman lampau seorang wirausaha biasanya luas dan beragam serta menetukan siatuasi kehidupannya sekarang. Kebanyakan wirausaha telah sering meniru satu sama lain, mungkin dari wirausaha lain yang lebih tua, dan identifikasi yang mendekati “model peraan” demikian akan menghasilkan sikap dan keterampilan wirausaha.
Pekerjaan anda sekarang, keadaan keluarda dan keuangan anda serta faktor-faktor lain akan ikut menentukan sikap anda terhadap kewirausahaan. Anda mempunyai berbagai kewajiban dan ikatan terhadap anda sendiri dan orang lain termasuk istri anda, keluarga, atasan dan karyawan. Jika ikatan dan kewajiban anda di luar pekerjaan terlalu banyak, akan sukarlah anda sebagai kelakuan wirausahaan. Dalam merencanakan masa depan, bersifatlah realistis dalam menentukan hal-hal mengenai diri anda.
Kebanyakan wirausaha mempunyai tujuan dan pengharan-pengharan tertentu. Smeakin jelas tujuan anda, semakin besar kemungkinan anda akan mencapinya.

1.4  Menjadi Wirausaha di Tempat Kerja.
Menjadi wirausaha lebih daripada sebuah pekerjaan atau karir. Berwirausaha adalah suatu gaya hidup dan prinsip- prinsip tertentu akan mempengaruhi strategi karir anda. Bersifatlah fleksibel dan imajinatif, mampu merencanakan, mengambil resiko, mengambil keputusan-keputusan dan mengambil tindakan untuk mencapai tujuan anda. Anda harus siap bekerja dalam keadaan konflik, perubahan dan keraguan. Hal ini berarti bahwa anda perlu menganalisis diri sendiri dalam hubungan dengan lingkungan temapt bekerja. Cara menjadi wirausaha di tempat kerja yaitu :
1.      Pilihlah sebuah karir yang akan memberikan anda kemungkinan akan mewujudkan diri anda secara kreatif dan juga memungkinkan pertumbuhan pribadi dan profesi.
2.      Jika anda memulai karir, tindakan-tindakan anda hendaknya mencontoh orang-orang yang telah berasil dalam bidang pekerjaan yang sama. Sesekali anda harus mengerti teknik-teknik mereka dalam mencapai sukses, guna teknik itu adalah untuk mengembangkan teknik anda sendiri, bukan meniru secara buta.
3.      Ketahuilah sebanyak mungkin tentang karir apa yang telah anda pilih. Pengetahuan itu akan membantu menjadi ahli dalam pekerjaan tertentu ini.
4.      Selalu berusaha meningkatkan diri. Puaslah dengan prestasi masa lampau, namun pandanglah kedepan untuk menciptakan tujuan-tujuan baru dengan sumber perbaikan diri.
5.      Karena semuanya selalu berubah, maka andapun haruslah berubah sesuai keadaan.
6.      Anda harus berorientasi tindakan. Melalui tindakanlah anda mampu mengambil keuntungandari peluang-peluang karir baru yang akan mengantar ke keadaan sukses masa depan.
7.      Anda harus memiliki pengertian yang baik tentang kekuatan-kekuatan dan kelemahan diri pribadi anda.daripada menghabiskan waktu untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan, lebih baik bersandarlah dan gunakan kekuatan-kekuatan itu.
8.      Dalam kegiatan sehari-hari buatlah beberapa hal menjadi ruti agar anda mempunyai lebih banyak waktu untukberwirausaha.
9.      Jika anda terlibat secara pribadi, maka terimalah tanggungjawab untuk mensukseskan suatu kegiatan. Terima secara realistis tanggung jawab maupun keterbatasan-keterbatasan dari suatu keadaan.
10.  Anda harus mampu menggabungkan sifat-sifat pribadi dari pada individu-individu yang bekerja untuk anda dalam uapaya mencapai hasil maksimum. Keberhasilan anda ditentukan oleh prestasi karyawan anda.

Anda harus menyusun prioritas dalam sasaran karir, dan hasil-hasil yang diinginkan harus berkaitan dengan tujuan-tujuan yang dapat diukur dan berarti. Sasaran-sasaran ini haruslah bersifat menantang, memberi motivasi kepada anda untuk belajar dan berkembang dalam karir.
Anda harus menimbang sifat-sifat pribadi anda secara realistik. Jawaban-jawab anda terhadap rangkaian pertanyaan berikut memberikan petunjuk tentang kemampuan wirausaha tipe anda.
1.      Apakah pekerjaan anda menghendaki anda percaya pada diri anda?
2.      Apakah anda biasanya mempunyai motivasi diri untuk mencapai tujuan?
3.      Apakah anda dapat bekerja baik dengan orang lain?
4.      Di dalam suatu kelompok, apakah biasanya anda mengambil peranan kepemimpinan?
5.      Apakah anda memanfaatkan kesempatan untuk meluaskan pengetahuan anda dengan membaca dengan mengikuti kursus pendidikan?
6.      Apakah anda dapat berkomunikasi dengan baik dengan oranglain?
7.      Apakah anda seorang pendengar yang baik?
8.      Apakah prestasi anda menunjukkan bahwa anda berkembang secara personal dan professional?
9.      Apakah anda memiliki citra diri yang positif?
10.  Tujuan apakah yang ingin anda capai dan apakah tujuan itu merupakan tantangan?
11.  Apakah anda mampu membuat keputusan dengan mudah dan yakin?

1.5  Sikap terhadap Karir.
Para wirausaha mempunyai kemampuan tertentu yang dapat diterapkan pada sejumlah karir yang luas. Memikirkan faktor-faktor berikut akan membantu anda mengembangkan sikap-sikap kewirausahaan dalam karir anda.
1.      Tunjukkan keyakinan pada diri anda sendiri maupun pada karyawan anda, anda harus yakin akan kemampuan staf anda dan akan hasil-hasil yang akan dicapainya.
2.      Penampilan diri anda mempengaruhi citra diri anda. Jika anda tampil baik, anda akan merasa baik juga. Penampilan anda akan menentukan positif atau negatifnya reaksi orang terhadap anda. Untuk meningkatkan konsep diri anda sendiri dan kesan yang diperoleh orang lain dari diri anda, pastikan agar penampilan anda menarik.


BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan.
            Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa, kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Para wirausaha itu adalah individu-individu yang berorientasi pada tindakan, bermotifasi  tinggi yang mengambil resiko dalam pencapaian tujuannya. Memiliki ciri-ciri dan watak yang unik; Percaya diri Berorientasikan tugas dan hasil; Pengambilan resiko; Kepemimpinan; Koersinilan; Berorientasi ke masa depan. Keyakinan, tidak ketergantungan; individualis; optimisme. Pengambilan resiko; suka pada tantangan Kebutuhan akan prestasi; berororintasi laba; ketekunan dan ketabahan; tekat kerja keras mempunyai dorangan kuat, enerjitic , dan inisiatif.

3.2 Kritik dan Saran
Penulis menyadari bahwa makalah yang berjudul “berjiwa kewirausahaan” ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengaharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang.

Sumber : Materi Perkuliahan Kewirausahaan, Drs. Kasmiruddin, M.Si.
Judul: MAkalah-Berjiwa Kewirausahaan; Ditulis oleh Qaid Minangkabawi; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar