Kamis, 08 November 2012

Pengaruh Politik Luar Negeri



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis berikan kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Ketahanan Nasional Wilayah Indonesia”. Salam dan salawat kepada junjungan alam yakni Nabi Muhammad SAW yang merupakan tauladan ummah dimuka bumi ini. Walaupun berbagai macam tantangan yang dihadapi, tapi semua itu telah memberikan pengalaman yang berharga untuk dijadikan pelajaran dimasa yang akan datang.
Makalah yang ini disusun untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan semester genap pada Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Riau.
Penulis menyadari bahwa selesainya penulisan makalah ini banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak berupa petunjuk, bimbingan maupun dorongan moril dan materil serta motivasi untuk itu pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis hanturkan terima kasih kepada:
1.      Dosen Pembimbing mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Dra. Endang Sulistyaningsih di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Riau.
2.      Kedua orang tua penulis tercinta yang telah melahirkan, membesarkan, dan tak henti-hentinya mencurahkan kasih sayangnya kepada penulis dalam menempuh jenjang pendidikan.
3.      Seluruh rekan-rekan Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara khususnya teman-teman angkatan 2010 dan 2011 yang selalu memberikan motivasi dan bantuan dalam penyelesaian makalah ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan atas kebaikan dan bantuan rekan-rekan sekalian. Amin.
Penulis menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran pembaca yang sifatnya membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan  tugas ini.


Pekanbaru 24 Mei 2012


Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah Negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau luar", di samping Jawa yang dianggap sebagai pusat). Di bidang politik dan pemerintahan, Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial, multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Indonesia terletak pada posisi silang (cross position) antara dua benua dan dua samudra, keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman serta pengaruh positif atau negatif dari Negara lain. Meski untuk sementara waktu pengaruh ini diacuhkan, kondisi geografis suatu negara akan menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global. Sekarang ini Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama. Sebagai contoh ril khususnya tampak di kaum muda dimana budaya sendiri dilupakan dan mengadopsi budaya barat, baik dari segi pakaian, gaya bergaul. Pengaruh ini akan merebak dan meluas jika warganegara Indonesia khusunya untuk kaum muda tidak dibekali dengan sikap dan jiwa bela Negara.
Pengaruh yang paling parah dari posisi silang Indonesia adalah serangan dari sistem politik Negara lain, khususnya dari Amerika dan Australia yang menyerang sistem politik indonesia. Pengaruh yang dibawa sedikit demi sedikit merongrong ideologi bangsa. Jika ideologi Negara luar sudah tertanam dan menggantikan ideologi Negara Indonesia maka dampaknya akan sangat fatal dan mempengaruhi segala bidang yang ada di Negara ini, baik sistem ekonomi, sosial dll. Inilah yang melatarbelakangi penulis dalam pembuatan makalah ini.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah yang dikemukakan dalam makalah ini adalah :
1.      Tataletak Negara Indonesia
2.      Pengaruh Sistem Politik Luar Terhadap Sistem Politik Indonesia.
3.      Peran Masyarakat Dalam Menghadapi Pengaruh Politik Luar.
1.3 Tujuan
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1.      Untuk memenuhi tugas perkuliahan semester genap prodi Administrasi Negara di Universitas Riau, pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan dosen pembimbing adalah Dra. Endang Sulistyaningsih.
2.      Untuk menambah referensi bagi pembaca tentang Bela Negara di Bidang Politik dampak dari posisi silang Indonesia.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 TATA LETAK NEGARA INDONESIA
Indonesia merupakan negara kepulauan yang berbentuk republik, terletak di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki lebih kurang 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia memiliki batas-batas sebagai berikut :
-                Utara               : Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan.
-                Selatan            : Negara Australia, Samudera Hindia.
-                Barat               : Samudera Hindia.
-                Timur               : Negara Papua Nugini, Timor Leste, Samudera Pasifik

Posisi geografis Indonesia terdiri atas letak astronomis dan letak geografis yang berbeda pengertian dan pandangannya. Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal, sedangkan garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Letak astronomis Indonesia Terletak di antara 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410BT. Berdasarkan letak astronomisnya Indonesia dilalui oleh garis equator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besarnya. Garis equator atau garis khatulistiwa terletak pada garis lintang 00.
Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang yang mempunyai arti penting dalam kaitannya dengan iklim dan perekonomian. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Negara ini juga memiliki posisi geografis yang unik sekaligus menjadikannya strategis. Hal ini dapat dilihat dari letak Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua sekaligus memiliki perairan yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan internasional.
Posisi silang ini menempatkan Indonesia berbatasan laut dan darat secara langsung dengan sepuluh negara. Keadaan ini menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam negeri. Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional. Meski untuk sementara waktu sedang diacuhkan, kondisi geografis suatu negara akan menentukan peristiwa-peristiwa yang memiliki pengaruh secara global. Robert Kaplan menuturkan bahwa geografi secara luas akan menjadi determinan yang mempengaruhi berbagai peristiwa lebih dari pada yang pernah terjadi sebelumnya (Foreign Policy, May/June, 09).
Di masa yang akan datang, keberadaan Indonesia akan dipengaruhi oleh kondisi dan letak geografisnya. Maka tata kelola sumber daya alam, wilayah perbatasan dan pertahanan yang mumpuni sangat diperlukan. Dikarenakan letaknya yang strategis semenjak dulu Indonesia telah menjadi arena perebutan pengaruh oleh pihak asing. Negara ini telah melalui beberapa periodisasi penguasaan dan perebutan pengaruh, mulai dari Portugal, Belanda, hingga Amerika Serikat dan Uni Soviet ketika Perang Dingin. Di masa mendatang tidak menutup kemungkinan Indonesia akan kembali menjadi wilayah perebutan pengaruh oleh negara-negara besar. Hal ini bisa dilihat dengan kemunculan China sebagai hegemon baru di kawasan yang telah menggeser perimbangan kekuasaan sekaligus mengikis pengaruh Amerika di kawasan. Selain itu Indonesia dan kawasan sekitarnya dapat menjadi daerah rawan sengketa. Sengketa ini bisa terjadi mengingat Indonesia masih belum menyelesaikan masalah-masalah semisal batas laut dengan negara-negara seperti, Australia, Filipina, Palau, Papua Nugini dan Timor Leste. Proses perundingan perbatasan membutuhkan waktu yang lama, sementara itu hal ini akan menjadikan Indonesia rentan terhadap pengaruh asing akibat kontrol di perbatasan yang lemah. Mulai dari kejahatan transnasional hingga terorisme sangat mungkin dilakukan di Indonesia yang sangat luas dengan kondisi geografisnya dan pengawasan yang terbatas.
Secara ringkas, hubungan antara posisi geografis yang strategis dan keberadaan negara Indonesia di masa mendatang akan ditentukan oleh dua hal. Pertama, seberapa baik negara ini menyelesaikan proses perundingan perbatasan. Hasil dari perundingan perbatasan dengan negara lain akan menentukan strategi pengelolaan perbatasan dan pertahanan. Kedua, strategi yang akan dilakukan Indonesia dalam mengantisipasi pengaruh China dan negara besar lainnya di kawasan Asia Timur.
Penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia bahwa letak dan kondisi geografis negara ini sangat mempengaruhi keberadaanya di masa depan. Masyarakat juga perlu untuk menyadari bahwa menyandarkan pemerintah seorang diri untuk mengahadapi tantangan atas fakta geografis dari negara ini adalah hal yang keliru. Pemerintah memiliki keterbatasan untuk mengatasi dan menginisiasi tantangan di masa depan seorang diri. Kita juga perlu untuk mendukung pemerintah dikarenakan masa depan masyarakat Indonesia dipertaruhkan di sini. Sudah saatnya masyarakat melihat kembali atlas wilayah Indonesia untuk setidaknya mengetahui dimana letak Palau berada dan pulau-pulau terluar negara ini. Masa depan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari letak dan kondisi geografisnya. Patut diingat, masyarakat banyak yang kecewa ketika Pulau Sipadan-Ligitan lepas dari wilayah Indonesia meski awalnya mereka tidak tahu atau bahkan peduli dengan keberadaan pulau tersebut. Ketidak-pedulian dan ketidak-tahuan kita terhadap wilayah dan geografi Indonesia akan berujung bencana bagi diri sendiri. Geografis akan menjadi determinan yang menentukan masa depan Indonesia adalah hal yang tidak dapat dipungkiri lagi. Namun perlu untuk digaris bawahi bahwa keberadaan Indonesia di masa mendatang terletak pada seberapa jauh masyarakat mengenali dan memahami wilayah yang kita tinggali saat ini.

2.2 PENGARUH SISTEM POLITIK LUAR TERHADAP SISTEM POLITIK INDONESIA.
Sesuai dengan letak geografis negara indonesia yang terletak pada posisi silang antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan kondisi yang seperti ini maka banyak hal yang dialami oleh negara indonesia seperti adanya politik luar yang masuk ke Indonesia dan mempengaruhi idiologi negara indonesia dan secara otomatis sistem politik negara Indonesia pun juga terkena dampaknya.
Pengaruh yang sangat kuat dirasakan dalam mempengaruhi idiologi negara Indonesia adalah pengaruh dari negara Amerika dan negara-negara Australia. Pada mulanya negara-negara ini datang ke Indonesia dengan tujuan untuk kepentingan perekonomian seperti perdagangan dan lain sebagainya, namun setelah lama kelamaan negara-negara ini secara berlahan-lahan mulai mempengaruhi idiologi negara indonesia dengan cara menggunakan sistem dagang dan cara hidup sesuai idiologi mereka, yang mereka cerminkan di negara Indonesia. Dengan adanya pengaruh tersebut maka rakyat indonesia yang dahulunya sangat menjunjung tinggi idiologi negara dan mau mengimplementasikan idiologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sekarang hal itu sudah mulai berkurang dan malahan yang lebih parah lagi pada masa sekarang orang sudah tidak lagi mau mencerminkan idiologi pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian baik secara sadar maupun tidak sadar sebenarnya negara Indonesia pada saat ini masih di jajah oleh negara luar khususnya di bidang idiologi negara yang sangat berpengaruh pada sistem politik dan pertaanan negara.

2.3 PERAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PENGARUH POLITIK LUAR
Sebagai warga negara Indonesia yang baik maka sudah sangat wajib untuk melakukan bela negara baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Adapun peran-peran yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam melakukan bela negara di bidang politik yaitu:
1.      Setiap warga negara harus menanamkan jiwa nasionalisme, yaitu warga negara indonesia harus punya semangat untuk bersatu dan membantu satu sama lain serta tidak ada membeda-bedakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
2.      Setiap warga negara harus memiliki jiwa patriotisme, yaitu warga negara harus mempunyai semangat juang yang tinggi untuk mempertahankan kedaulatan nagara dan sistem-sistem yang terdapat didalamnya serta rela berkorban demi bela negara.
3.      Mencerminkan idiologi negara dalam kehidupan sehari-hari, yaitu warga negara harus berprilaku dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan idiologi negara dan tidak bertentangan dengannya.
4.      Pencerminan politik yang baik pada sistem pemerintahan yaitu selain warga neraga yang berprilaku sesuai idiologi negara, pemerintah juga di haruskan untuk berprilaku sesuai dengan idiologi dan tidak semena-mena dalam menggunakan kekuasaan.
5.      Pengawasan terhadap perubahan-perubahan yang terjdi di negara indonesia dan peduli terhadap perubahan tersebut, seperti dangan mengadakan penelitian atau evaluasi akan sebab dan akibat terhadap perubahan yang terjadi.
6.      Meningkatkan mental kepercayaan terhadap pemerintah, dengan adanya kepercayaan terhadap pemerintah maka segala kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk pertahanan dan keamanan negara akan bisa berjalan dengan baik dan sistem politik negara pun mudah untuk dipertahankan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Keadaan Indonesia pada posisi silangnya menjadikan Indonesia rentan terhadap sengketa perbatasan dan ancaman keamanan yang menyebabkan instabilitas dalam negeri. Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan dari suatu negara dalam melakukan hubungan internasional. Letak ini juga membawa pengaruh di perlbagai bidang, baik ekonomi, sosial, agama dan politik. Pengaruh dari negra luar ini berdampak positif dan negatif. Dampak positif tentunya akan menguntungkan Indonesia dan menciptakan kemajuan tetapi begitu juga sebaliknya, pengaruhnya juga berdampak negatif yang akan merongrong negri ini.
Untuk mengantisipasi dampak negatif dari luar negri sebagai akibat dari posisi Indonesia ada peran yang harus dimainkan oleh warganegara Indonesia itu sendiri supaya Indonesia tetap utuh. Peran ini dinamakan dengan bela negara antara lain :
1.      Setiap warga negara harus menanamkan jiwa nasionalisme,
2.      Setiap warga negara harus memiliki jiwa patriotism
3.      Mencerminkan idiologi negara dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Pencerminan politik yang baik pada sistem pemerintahan yang sesuai dengan ideologi Pancasila.
5.      Pengawasan terhadap perubahan-perubahan yang terjdi di negara indonesia dan peduli terhadap perubahan tersebut, seperti dangan mengadakan penelitian atau evaluasi akan sebab dan akibat terhadap perubahan yang terjadi.
Meningkatkan mental kepercayaan terhadap pemerintah, dengan adanya kepercayaan terhadap pemerintah maka segala kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam bentuk pertahanan dan keamanan negara akan bisa berjalan dengan baik dan sistem politik negara pun mudah untuk dipertahankan.


3.2 Saran
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia harus benar-benar dijunjung tinggi dan setiap warganegara Indonesia wajib mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab. Ini bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).



 DAFTAR PUSTAKA

-          Wikipedia Indonesia.

Judul: Pengaruh Politik Luar Negeri; Ditulis oleh Qaid Minangkabawi; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar