Sabtu, 10 November 2012

SISTEM EKONOMI INDONESIA MASA ORDE LAMA

Kabinet Hatta (1949 – 1950)
Pada masa ini terjadi reformasi moneter melalui devaluasi mata uang secara serempak dengan pemotongan uang yang beredar.

Kabinet Natsir (1950 – 1951)
Pada masa ini dilakukan perumusan suatu perencanaan pembangunan yang disebut dengan rencana urgensi perekonomian (RUP). Kondisi ini dilakukan karena sedang terjadi perang korea yang dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan. Dimana ekspor yang dilakukan mampu menaikkan penerimaan pemerintah dan inpor dileberalisasikan sebagai upaya menekan tingkat harga-harga umum didalam negeri. Kredit perusahaan asing diperketat dan untuk pribumi diperlunak.

Kabinet Sukiman (1951 – 1952)
Pada masa ini dilakukan nasionalisasi de javansche bank menjadi bank Indonesia. Serta semakin memburuknya situasi fiscal negara, akibat ekspor yang sudah mulai menurun.

Kabinet Wilopo (1952 – 1953)
Pada masa ini diperkenalkan konsep anggaran berimbang dalam APBN.  Yaitu melalui inpor yang diperketat dan diharuskan melakukan pembayaran dimuka. Kemudian dilakukan rasionalisasi angkatan bersenjata melalui modernisasi dan pengurangan personil, sehingga mampu menekan pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah.

Kabinet Ali I (1953 – 1955)
Pada masa ini terjadi defisit anggaran, dimana dengan dilakukan pengubahan sturktur perekonomian yang lebih melindungi para importer pribumi dibandingkan dengan importer asing.

Kabinet Burhanuddin (1955 – 1956)
 Pada masa ini terjadi liberalisasi impor, dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan. Kemudian membentuk dewan alat-alat pembayaran luar negeri yang memberikan modal kepada pengusaha pribumi. Selanjutnya para pemodal asing masih tetap diizinkan.

Kabinet Ali II (1956 – 1957)
Pada masa ini tidak terjadi perubahan perekonomian yang berarti, karena pemerintah sibuk menghadapi pemberontak yang terjadi dimana-mana dan seringnya terjadi penyeludupan yang membuat devisit cadangan devisa.

Kabinet Djuanda (1957 – 1959)
Pada masa ini dikenalkan perekonomian yang sifatnya terpimpin. Dimana diberlakukan sistem ekonomi terpimpin dalam mengembangkan perekonomian di Indonesia.
Kesimpulan :
Dari sistem ekonomi Indonesia masa orde lama dicetuskan suatu sitem ekonomi terpimpin, dimana segala sesuatu kegiatan ekonomi (produksi – distribusi – konsumsi) ditentukan oleh pemerintah.

Kelemahan sistem ekonomi terpimpin adalah :
1.   Sistem ekonomi terpimpin tidak memiliki aturan yang jelas.
2.  Pengendalian proses ekonomi diawasi oleh pemerintah.
3.  Sistem ekonomi ini juga mengandalkan peraturan pemerintah yang tidak disertai dalam kamampuan pengimplementasian dari aparatur pemerintah.
4.  Sistem ekonomi ini tidak konsekuen dalam kontrol penerapan pasal 23 UUD 1945 tentang fungsi dari DPR pada pertanggung jawaban pada APBN. Akibat kekuasan presiden yang terlalu besar.
5.  Sistem ini lebih membuat pertimbangan jangka pendek saja, sehingga tidak memiliki konstual untuk pembangunan ekonomi pada jangka panjang.

Sumber : Perkuliahan S.E.I UR.

Judul: SISTEM EKONOMI INDONESIA MASA ORDE LAMA; Ditulis oleh Qaid Minangkabawi; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar