Sabtu, 10 November 2012

SISTEM EKONOMI MASA TRANSISI


By  :  Adianto
Pada tahun 1997 nilai tukar mata uang dolar AS di Thailand mengalami goncangan akibat para investor asing mengambil keputusan untuk jual. Para investor mengambil sikap demikian karena tidak percaya lagi terhadap prospek perekonomian Thailand tersebut. Sehingga nilai tukar bath turun dengan dratis terhadap dolar. Kejadian ini merambat ke negara Asia lainnya termasuk Indonesia, dimana pada awalnya nilai tukar dolar AS hanya Rp. 2.500 – Rp. 2.650 naik secara signifikan sehingga nilai tukar dolar AS mencapai Rp. 10.550. Akibat nilai tukar dolar AS yang semakin naik, pemerintah melakukan beberapa langkah konkrit, yaitu dengan menunda proyek-proyek pembangunan dengan maksud untuk mengimbangi intervensi dolar AS terhadap rupiah. Namun kondisi ini juga tidak mampu menahan lajunya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, sehingga pada oktober 1997 resmilah Indonesia meminta bantuan dengan IMF sama seperti negara Asia lainnya. Dengan dikucurkannya bantuan IMF sebesar 40 milliar dolar AS, dengan persyaratan pemerintah harus mencabut izin usaha bank yang dinilai tidak sehat dan inilah merupakan awal kehancuran perekonomian Indonesia. Dimana diharapkan bantuan itu untuk dapat menekan merosotnya nilai rupiah terhadap dolar AS, tapi kenyataannya dolar malah semakin naik menjadi Rp. 15.000. Kondisi ini mengakibatkan krisis kepercayaan dari masyarakat, baik didalam negeri maupun diluar negeri. Sehingga pemerintah akhirnya membuat nota kesepakatan dengan IMF yang terdiri dari 50 butir kebijakan, yang mencakup :
1       Kebijakan fiscal dan moneter
Kebijakan ini meliputi tetap menggunakan prinsip anggaran berimbang (pengeluaran pemerintah sama dengan pendapatannya), mengurangi pengeluaran pemerintah seperti mencabut subsidi BBM dan listrik.
2       Restrukturisasi sector keuangan

Mengurangi proyek-proyek besar dan meningkatkan pendapatan pemerintah malalui menaikan cukai terhadap barang tertentu, mencabut semua fasilitas kemudahan pajak.
3       Reformasi structural
Melakukan pembenahan terhadap structural pemerintahan, salah satunya dengan menganti beberapa kali pimpinan BI.

Ada dua fator yang menyebabkan bangsa Indonesia harus meminta bantuan kepada IMF dan sulit untuk keluar dari krisis, yaitu :
a.    Krisis ekonomi di Indonesia sebenarnya telah menjelma menjadi krisis kepercayaan. Dimana masyarakat dan dunia usaha tidak lagi percaya akan kemampuan Indonesia untuk menanggulangi krisis, bahkan mereka tidak percaya terhadao niat baik dan keseriusan pemerintah dalam menangani krisis ekonomi.
b.   Indonesia sangat membutuhkan dollar AS, karena kas devisa semakin menipis untuk membayar hutang luar negeri.
Ada beberapa perubahan dari 50 butir kesepakatan antara Indonesia dengan IMF, yaitu menunda penghapusan subsidi BBM dan listrik. Serta menambah butir baru, yaitu diantaranya :
- Program stabilisasi, tujuannya untuk menstabilkan pasar uang dan hiperinfalasi.
- Rekstrukturisasi perbankan, dilakukan dalam rangka penyehatan perbankan nasional.
- Penyelesaian utang luar negeri (ULN) swasta, dengan jalan menyelesaikan ULN swasta dengan melibatkan pemerintah yang lebih besar, sehingga proses penyelesaiannya lebih cepat.
-  Bantuan untuk rakyat kecil, dimana hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dan mendukung program stabilisasi yang dilakukan oleh pemerintah.
 
Agenda untuk masyarakat dalam masa transisi menurut David Korten, yaitu :
1.    Rekonsiliasi dan demiliterisasi
Maksudnya melakukan rekonsiliasi terhadap konflik-konflik  yang terjadi, dimana dengan meningkatnya ketegangan didalam masyarakat mengembanngkan rasa ketakutan dan ketegangan didalam masyarakat.  Tetapi rekonsiliasi tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan yang menggunakan militer yang nantinya dapat menimbulkan penindasan militer terhadap masyarakat.
2.    Gaya hidup dan teknologi
Maksudnya melakukan keseimbangan dalam mengkonsumsi gaya hidup dan teknologi. Dimana diharapkan tidak ada keterbatasan didalam mengkonsumsinya dan tidak berlebihan pula dalam mengkonsumsinya.
3.    Pembangunan spritual
Maksudnya manusia harus memiliki kembali rasa persaudaraan, rasa perdamaian dan rasa cinta yang diharapkan akan menimbulkan keserasaian dalam hidup.
4.    Keluarga
Maksudnya dilakukan perlindungan terhadap eksploitasi dan hak khusus bagi kaum wanita dan anak-anak didalam kehidupan keluarga. Jika hal ini terwujud akan mengurangi konflik-konflik sosial didalam stratifikasi sosial.
5.    Demokratisasi politik
Maksudnya dilakukan demokrasi dibidang politik, yaitu memberikan kebebasan penuh didalam berdemokrasi, seperti didalam menyampaikan aspirasi.
6.    Demokratisasi ekonomi
Maksudnya mengupayakan penyebaran kekuatan ekonomi secara adil, terutama ikut berpartisipasi dalam mengawasi aset-aset yang produktif dan melaksanakan kekuatan tawar menawar bersama.
7.    Hubungan perdagangan dan investasi
Maksudnya dilakukan pemiliharaan terhadap SDA yang potensial dari ekspoitasi para investor-insvestor asing.
Judul: SISTEM EKONOMI MASA TRANSISI ; Ditulis oleh Qaid Minangkabawi; Rating Blog: 5 dari 5

1 komentar: