Sabtu, 10 November 2012

SISTEM EKONOMI ORDE BARU

Pada tahun 1966 Indonesia memasuki masa orde baru, dimana fokus perhatian pembangunannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sehingga pada waktu pemerintah kembali membuka hubungan dengan pihak barat dan menutup hubungan dengan dunia timur yang memiliki paham komunis. Selain itu juga Indonesia kembali masuk menjadi anggota PBB dan lembaga-lembaga dunia lainnya seperti dana moneter internasional (IMF), bank dunia dan sebagainya. Pembangunan ekonomi yang dilakukan pemerintah dengan melakukan rencana pembangunan lima tahun secara bertahap (Repelita) dimana difokuskan pada peningkatan inflasi, mengurangi difisit keuangan pemerintah, menghidupkan kembali kegiatan produksi, dan sektor-sektor lainnya yang dianggapan paling strategis.
Dalam melakukan pembangunan ekonomi di era orde baru Suharto mencoba  berpijak kepada teori Rostow  yang mengemukakan 5 tahap pembangunan, yaitu :
1.    Masyarakat tradisional yang memiliki Social Capasitis
2.    Menyiapkan masyarakat yang pra kondisi untuk lepas landas
3.    Masyarakat yang lepas landas
4.    Masyarakat yang berbenah mental (kedewasaan)
5.    Masyarakat yang konsumsinya tinggi
Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah orde baru dalam membangun ekonomi dengan baik, yaitu :
- Kemauan yang kuat (political will)
Suharto memiliki kemauan yang kuat untuk membangun ekonomi Indonesia, dengan cara membuka kemabali hubungan dengan dunia barat.
 Stabilitas politik dan ekonomi
Pemerintah mampu menyatukan bangsa dan kelompok-kelompok masyarakat dengan menyakinkan bahwa pembangunan ekonomi dan social adalah salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kemudian pemerintah juga mampu menekan tingkat inflasi yang terjadi.
- Sumber daya manusia yang lebih baik
Lebih memiliki SDM yang lebih baik, sehingga pemerintah memiliki kemampuan untuk menyusun program dan strategi pembangunan dengan kebijakan-kebijakan serta mampu memanage ekonomi makro.
- Sistem politik dan ekonomi yang terbuka
Memiliki sistem politik dan ekonomi yang terbuka dengan berorientasi dengan dunia barat. Hal ini sangat membantu khususnya dalam memperoleh bantuan pinjaman luar negeri, penanaman modal asing dan transfer iptek.
Kondisi ekonomi dan politik dunia yang lebih baik
Setelah perang Vietnam dan perang dingin berakhir, kondisi perekonomian dan politik didunia lebih baik, dimana setiap negara mulai memperbaiki sistem politik dan ekonomi untuk membangun negara setelah perang.
Oleh karena itu sistem ekonomi yang dikembangkan seperti yang termaktub didalam UUD 1945 pasal 33 yang menginginkan kesejahteraan sosial, dimana demokrasi ekonomi tersebut yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan memiliki ciri-ciri yang positif dan negatif.
Ciri Positif :
1.    Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan.
2.    Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
3.    Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
4.    Sumber-sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan permufakatan lembaga-lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga perwakilan rakyat pula.
5.    Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
6.    Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
7.    Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan  sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
8.    Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Ciri Negatif :
a.    Sistem Free Fight Liberalism yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain yang dalam sejarahnya di Indonesia telah menimbulkan dan mempertahankan struktural posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
b.    Sistem etatisme dalam mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
c.     Pemusatan kekuatan ekonomi pada suatu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Sumber : Materi Perkuliahan S.E.I
Judul: SISTEM EKONOMI ORDE BARU; Ditulis oleh Qaid Minangkabawi; Rating Blog: 5 dari 5

1 komentar:

  1. Makasih ya tp agak beribet ya sistem ekonomi itu

    BalasHapus